Welcome To My New Blog'R

Kamis, 23 Juli 2020

Intensitas dalam dunia desain grafis

Intensitasi adalah kadar nilai pada sesuatu yang telah ditentukan tingkatannya. Intensitas juga bisa disebut sebagai sebuah takaran nilai yang mempengaruhi level objek yang bersangkutan. Istilah intensitas kadang merujuk ke beberapa hal seperti intensitas cahaya dan intensitas gerakan bahkan juga menjadi subjek yang penting dalam dunia desain.

Pengertian Intensitas dalam Desain Grafis

Piksel selain memiliki fungsi untuk membentuk sebuah grafis dengan titik-titik (dot) juga bisa mempengaruhi kualitas warna dari jumlah warna yang dimiliknya, jumlah warna itulah yang disebut intensitas.

Intensitas warna sebuah gambar atau jumlah warna maksimum dari gambar dapat dilihat dari jenis (ekstensi) filenya. File gambar berekstensi .jpg memiliki jumlah warna maksimum 16 juta warna, sedangkan file gambar (yang bergerak) berekstensi .gif memiliki jumlah warna maksimum 265 warna.

Fungsi Intensitas dalam Desain Grafis

Semakin tinggi intensitas warna atau jumlah warna dalam piksel yang membentuk gambar maka akan semakin baik hasil dari gambar grafis tersebut. Intensitas gambar mempunyai beberapa jenis kategori yaitu 256 warna, high-color, 16 juta warna (true color), gradasi abu-abu (grayscale), dan hitam-putih (black & white).

Dalam grafis 2 dimensi seperti foto, poster, banner, atau yang sejenisnya yang flat, intensitas warna dalam pikselnya sangat banyak disbanding jumlah intensitas warna pada visual grafis yang bergerak.

Jadi, intensitas dalam desain grafis sangat menentukan kualitas visual pada hasil akhir objek desain.

Sumber : ***

Pengertian warna primer dan sekunder

Pengertian Warna
Warna merupakan spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna (berwarna putih). Identitas suatu warna ditentukan oleh panjang gelombang  dari cahaya tersebut. Contoh misalnya, warna biru memiliki panjang gelombang sekitar 460 nanometer. Sementara panjang gelombang warna yang mampu ditangkap oleh mata manusia diantara 380 hingga 780 nanometer.

Warna Primer
Warna primer adalah Warna merah, kuning, biru yang merupakan warna pokok atau warna dasar. mengapa disebut sebagai warna pokok ? karena warna primer merupakan dasar dari terbentuknya semua warna. kita bisa membentuk banyak jenis warna dari perpaduan warna-warna primer. perpaduan 2 warna primer bisa menghasilkan warna sekunder. 


 
Perlu diketahi bahwa, warna primer merupakan warna induk yang berdiri sendiri tanpa hasil pencampuran warna lain. itulah perbedaanya dengan warna sekunder dan tersier. jika kalian hanya membeli warna primer saja, maka jangan khawatir. tinggal bagaimana saja kita membuat campuran yang bisa menghasilkan warna lainnya.


Warna Sekunder
Warna Sekunder adalah warna kedua yang merupakan warna hasil perpaduan dari 2 warna primer (warna dasar). contohnya jika memadukan warna kuning dan warna biru maka akan menghasilkan warna hijau.warna sekunder terdiri dari warna Hijau, Ungu dan Orange.

Lebih jelasnya, lihatlah contoh gambar dibawah tentang bagaimana warna sekunder bisa terbentuk.


 
Dari perpaduan warna primer diatas kita sudah mendapatkan warna sekunder. namun apakah hanya 3 warna itu saja yang bisa kita hasilkan ? tidak, semua tergantung takaran pencapuran warnanya. contohnya mencapurkan warna Biru satu sendok dan warna Merah satu sendok pasti akan menghasilkan warna Ungu. namun jika takarannya diubah menjadi, satu gelas warna biru dan merah hanya satu sendok, pasti akan menghasilkan warna ungu dengan kecerahan berbeda. Coba lihat contoh dibawah ini:


 
Gambar diatas menjelaskan, jika kita mencampurkan warna kuning dan merah namun dengan memperbanyak warna kuningnya, maka akan menghasilkan warna orange kekuning-kuningan. begitu pula dengan warna lainnya, seperti ungu kemerah-merahan, hijau kekuning-kuningan dsb.


Sumber : https://www.grafis-media.website/2017/01/pengertian-warna-primer-sekunder.html